Jumat, 15 Februari 2013


Manfaat Makan Ikan Untuk Ibu Yang Lagi Hamil

Manfaat Makan Ikan Untuk Ibu Yang Lagi Hamil



Wanita yang mengonsumsi ikan semasa hamil berpotensi lebih tinggi melahirkan anak cerdas. Tapi ingat, perhatikan porsinya dan pilih ikan yang rendah merkuri. Makanan merupakan salah satu aspek esensial menuju kehamilan yang sehat. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi sebelum dan selama hamil akan berperan mempersiapkan tubuh dalam menunjang pertumbuhan janin. "Makanan yang baik merupakan awal bagi pertumbuhan janin yang sehat," ujar spesialis kebidanan dan kandungan dari FKUI/RSCM Jakarta, Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG(K).

Janin ataupun bayi yang sehat tak hanya diindikasikan dari peningkatan berat dan kelengkapan organ fisiknya. Tak kalah penting adalah aspek kecerdasan mental dan otaknya. Salah satu nutrisi yang dianggap sebagai makanan sehat bagi otak adalah asam lemak omega 3 yang banyak terkandung dalam ikan. Itulah sebabnya, ibu hamil (bumil) disarankan memasukkan ikan dalam daftar menu makanannya untuk mengoptimalkan potensi otak janin dalam kandungannya. Di sisi lain, ikan tak sepenuhnya aman karena bisa jadi di dalam tubuhnya terkandung zat beracun seperti merkuri yang dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Itulah sebabnya, para ahli kesehatan masih memperdebatkan, sampai seberapa level aman konsumsi ikan bagi bumil, tanpa menyebabkan janinnya "keracunan" merkuri.

Badan Administrasi Pangan dan Obat-obatan Amerika (US Food and Drug Administration /FDA) menyarankan bumil mengonsumsi tidak lebih dari 12 ons ikan per minggu. Akan tetapi, sebuah koalisi ilmuwan gizi medik bersikeras bahwa jumlah tersebut masih terlalu sedikit. "Data terbaru menunjukkan bahwa wanita masih belum mengonsumsi ikan dalam jumlah cukup, dan ini sangat mengkhawatirkan," ujar Judy Meehan, Direktur Eksekutif National Healthy Mothers, Healthy Babies Coalition, sebuah organisasi yang berfokus pada kesehatan ibu hamil dan anak. "Sederhana saja, tak ada jalan lain untuk mendapatkan asupan omega 3 yang baik bagi perkembangan otak sebaik yang Anda dapatkan dari ikan," katanya.

Ikan memang mengandung asam lemak omega 3, sejenis lemak menguntungkan yang penting bagi perkembangan saraf otak. Asupan ikan yang kurang dari rekomendasi pemerintah faktanya dapat menyebabkan perkembangan mental anak "terganggu". Itulah hasil kajian sejumlah peneliti di Amerika dan Inggris yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada 2007 silam. Sebagai tambahan, penelitian ini juga menyimpulkan bahwa anak-anak yang terlahir dari ibu yang mengonsumsi sekurangnya tiga porsi ikan per minggu semasa hamil, memiliki hasil tes fungsi mental yang lebih bagus dibandingkan rekan sebayanya.

Dr Emily Oken, seorang asisten profesor dari Department of Ambulatory Care and Prevention di Harvard Medical School dan Harvard Pilgrim Health Care di Boston, Amerika, juga melakukan penelitian yang menilai manfaat gizi versus risiko terkontaminasi "racun" dari konsumsi ikan selama kehamilan. Untuk keperluan tersebut, Oken dan timnya mewawancarai 341 wanita perihal konsumsi ikan selama trimester kedua kehamilan, juga mengetes kadar merkuri dalam darah mereka.

Saat anak yang terlahir sudah berusia 3 tahun, peneliti melakukan tes keterampilan motorik dan intelektual terhadap anak-anak ini. Hasilnya, skor tes lebih tinggi didapati pada anak-anak yang ibunya makan lebih dari dua porsi ikan per minggu dan memiliki kadar merkuri rendah. "Artinya, manfaat optimal didapat wanita yang mengonsumsi ikan rendah merkuri," kata Oken seraya menambahkan bahwa skor tinggi tetap didapat pada bumil yang mengonsumsi tuna kalengan lebih dari dua porsi seminggu.

Penelitian lainnya yang berkala lebih besar berupaya mengumpulkan data lebih dari 25.000 anak yang terlahir dari ibu berkebangsaan Denmark. Diketahui bahwa anak-anak yang ibunya mengonsumsi lebih banyak ikan semasa hamil memiliki keterampilan motorik dan kognitif lebih baik dibanding anak-anak yang ibunya makan ikan dalam jumlah sedikit.

"Dibanding wanita yang makan ikan paling sedikit, wanita yang makan ikan terbanyak (sekitar 14 ons per minggu) memiliki anak dengan perkembangan 30 persen lebih bagus. Manfaat ini sama dengan anak yang usianya sebulan lebih tua atau anak yang disusui ASI eksklusif selama setahun," katanya. The National Healthy Mothers, Healthy Babies Coalition bekerja sama dengan the Maternal Nutrition Group, sebuah komunitas independen para dokter, peneliti dan ahli gizi, pada 2007 menyarankan para wanita hamil mengonsumsi ikan sebagai bagian dari diet sehatnya. Namun, banyak wanita yang menginterpretasikan panduan yang diberikan FDA sebagai larangan atau batasan konsumsi ikan.

Pada 2004, FDA menyarankan bumil, termasuk ibu yang baru melahirkan dan balita, untuk menghindari jenis ikan tertentu yang disinyalir berkadar merkuri tinggi, yang kemungkinan dapat "meracuni" perkembangan sistem saraf bayi dan anak. Jenisnya meliputi hiu, todak (swordfish), king mackarel, dan tilefish.

FDA menyarankan untuk memilih jenis ikan rendah merkuri dan mengonsumsi tidak lebih dari 12 ons, yakni cukup dua porsi ikan atau seafood per minggu. Namun, banyak orang Amerika, termasuk bumil, tidak mencukupi asupan yang direkomendasikan tersebut. "Pesan kami, mengurangi konsumsi ikan bukanlah hal yang bagus karena ikan itu penting untuk perkembangan otak bayi!" sebut Meehan.

Selain ikan, santapan lainnya yang harus ada dalam daftar menu bumil adalah buah dan sayur. Selain tinggi vitamin dan mineral, dua kategori pangan tersebut juga kaya serat dan asam folat. Karena itu, bumil diharapkan mengonsumsi sayur dan buah setidaknya lima porsi per hari.

Kamis, 14 Februari 2013

BAHAYA MAKAN IKAN BERFORMALIN

Banyaknya makanan yang mengandung formalin membuat sebagian warga menjadi taruma dan khawatir akan adanya barang-barang yang diduga menggunakan formalin dipasar. Sebab jika dikonsumsi secara rutin bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dan apabila termakan makanan yang dicampur denan formalin akan menyebabkan beberapa gejalanya seperti, mual, muntah dan diare berkepanjangan. Dan dapat juga terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, ginjal, sistem susunan saraf pusat dan kanker.

Untuk itu, masyarakat menjadi lebih hati-hati dan teliti dalam membeli bahan makanan. Sebab, perlahan tapi pasti  zat formalin dengan mudah merasuk ke tubuh konsumen oleh beberapa sebab dan jenis makanan.

Formalin adalah zat kimia yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat. Kini formalin diduga ada di setiap jenis makanan yang biasa menjadi santapan sehari-hari.

Berikut beberapa ciri-ciri makanan yang mengandung formalin ;

1. Lebih Tahan Lama

Ciri-ciri yang paling mudah dindikasikan adalah, ikan basah, ikan asin yang sudah diberi formalin tidak dirubung lalat.

Formalin merupakan cairan yang  banyak mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh seperti  formaldehid yang terkandung di dalam air. Salah satu makanan yang banyak terindikasi menggunakan formalin adalah ikan segar dan jika tidak menggunakan formalin maka ikan gampang membusuk.

2. Tidak Bau Amis

Resep untuk mengetahui jenis makanan dan ikan yang  telah dicampur formalin, dapat dilihat secara kasat mata, misalnya ada atau tidak lalat yang mau hinggap di atas ikan basah. Lalat tidak mau hinggap pada ikan yang berformalin.

Kemudian insang ikan terlihat hitam dan bau menyengat penciuman. Jika ikan yang belum terindikasi formalin, maka sisik-sisiknya melekat dengan baik, dan pada bagian perutnya terlihat baik.

Namun masyarakat juga harus cerdas memeriksa ikan yang akan dikonsumsi, dengan cara mencium bau ikan. Karena biasanya bila sudah digunakan formalin ikan tidak bau amis lagi.  Bahkan lalat pun tidak mau hinggap.(berbagai sumber)



Rabu, 13 Februari 2013

Pulau Tanggah di Kec Tanjuang Mutiara

 Ini telah direncanakan oleh pemerintah Kab. Agam untuk menjadi Kawasan Konservasi Penyu mudah-mudahan tercapai..

Senin, 11 Februari 2013

HIMBAUAN



Berdasarkan informasi Badan Meteorologi dan Geofisika bahwa adanya perubahan cuaca yang ekstrim yang menyebabkan musim penghujan dengan intesitas curah hujan yang tinggi yang diperkirakan sampai akhir Februari 2013.
Untuk mengantisipasi kerugian terhadap pembudidaya  Ikan Keramba Jaring Apung (KJA) yang berada di  Danau Maninjau, dengan ini diminta kepada Saudara kiranya menginformasikan pada masyarakat pemilik/pengusaha KJA di selingkar danau  Maninjau sebagai berikut:
1.    Agar selalu melakukan  pemantauan terhadap gejala perubahan kondisi air danau, sehingga dapat diambil tindakan/antisipasi sebelum terjadi kematian ikan dan kerugian yang lebih besar.
2.    Bila terjadi gejala tubo balerang, maka perlu dilakukan upaya dengan sistem pemberian pompa aerasi.  Bagi yang tidak memiliki pompa aerasi agar   dilakukan pemindahan ketempat yang aman.
3.    Bagi pembudidaya ikan yang karambanya masih kosong agar menunda    melakukan penebaran benih ikan di Keramba Jaring Apung sampai keadaan cuaca dan musim penghujan berakhir  dan air danau pulih kembali.
4.    Diharapkan bagi setiap pembudidaya ikan, agar mengurangi padat tebar benih ikan di setiap KJA,  sesuai dengan aturan  Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB)/ cukup 5.000,- ekor setiap petak (KJA).
5.    Agar dilakukan pemanenan segera bagi ikan-ikan yang telah menunjukan    gejala   kurang oksigen (02) mengagai-angai
6.    Diharapkan informasi ini disampaikan pada masyarakat pemilik KJA dengan mengumumkan  melalui Mesjid dan Surau-surau di Selingkar  Danau Maninjau
Demikian  disampaikan untuk dimaklum. Atas perhatiannya diucapkan  terima  kasih